Muhammadiyah Kembali Sediakan Panggung Soroti Problem Kebangsaan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 13 Oktober 2010, 11:43 WIB
Muhammadiyah Kembali Sediakan Panggung Soroti Problem Kebangsaan
RMOL. 46 tokoh tokoh nasional pada Jumat lalu, berkumpul di kantor PP Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Menteng.

Pada kesempatan tersebut, beberapa tokoh yang hadir, antara lain, Taufik Kiemas, Wiranto, Mahfud MD, Soetiyoso, Soetrisno Bachir, Sofyan Wanandi, Rachmawati Soekarnoputri, Din Syamsuddin, menyoroti berbagai persoalan yang menimpa negeri ini.

Acara yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam itu sepertinya masih kurang untuk membincangkan berbagai persoalan bangsa yang menumpuk dan mencari titik solusi yang pas. Karena itu, PP Muhammadiyah kembali, mengadakan kegiatan yang sama dengan tema yang tidak berubah.

Siang ini, pukul 13.00 WIB (Rabu, 13/10), sejumlah tokoh seperti Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden  Rachmawati Soekarnoputri, mantan Ketua Umum NU Hasyim Muzadi, rohaniawan Romo Franz Magnis Suseno, ekonom senior Rizal Ramli, dan Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Muthi kembali berkumpul di tempat yang sama.

Kemarin, Menko Perekonomian Hatta Radjasa mengaku prihatin dengan adanya gerakan yang berniat menggulingkan pemerintah SBY-Bediono tersebut. Karena itu, Hatta mengimbau agar semua pihak menghormati hasil Pemilu 2009 yang memberikan mandat kepada SBY-Boediono untuk memimpin negeri ini selama lima tahun.

Meski Hatta tidak menyebut isu penggulingan yang dimaksud mengarah kepada pertemuan yang diinisiasi oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin itu.

Pada kesempatan tersebut, Rizal Ramli sempat mengajukan pertanyaan yang revolusioner untuk menyelamatkan negeri ini. Karena dia  menilai  negara gagal dalam menjalankan fungsinya, disebabkan lemahnya kepemimpinan nasional yang ada saat ini.  "Pertanyaan sekarang, apakah kekuasaan saat ini kita ambil alih secara baik-baik, atau kita ambil tindakan lain," kata Rizal kala itu. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA