"Itu sangat tidak etis. Sama dengan pada saat dia membagi-bagikan
souvenir dan buku anaknya pada HUT 17 Agustus lalu. Mestinya dikeluarkan pertanyaan itu. Tidak boleh ada itu. Seolah-olah ingin mengkultuskan, menyamakan dengan lagu Indonesia Raya dan Kartini," ujar pengamat politik Iberamsyah kepada
Rakyat Merdeka Online Selasa malam
(12/10).
Gurubesar Universitas Indonesia ini melihat pencantuman lagu itu sebagai salah satu pertanyaan menunjukkan sedang terjadi proses penjilatan yang luar biasa dari menteri kepada Presiden. Apalagi saat ini isu
reshuffle sedang menguat.
"Jadi mereka berlomba-lomba mengambil hati SBY. Presiden SBY sendiri mungkin tahu, mungkin tidak. Tapi saya rasa, pasti minta izin. Karena kalau tidak, kan bisa dimarahin," jelasnya.
Iberamsyah menambahkan, untuk pembuatan bahan ujian tes CPNS biasanya melibatkan Kementerian Pendagayagunaan Apara Negara dan Reformasi Birokrasi.
"Jadi kloplah, menterinya (EE Mangindaan) kan dari Partai Demokrat, ingin menyenangkan bosnya. Kan SBY memiliki tipe flamboyan, suka dipuja-puji. Tapi tidak suka dikritik. Makanya sering marah-marah," tandasnya.
[zul]