SBY Batalkan Mendadak, BIN Harus Tanggung Jawab!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/dede-zaki-mubarok-1'>DEDE ZAKI MUBAROK</a>
LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK
  • Kamis, 07 Oktober 2010, 16:05 WIB
SBY Batalkan Mendadak, BIN Harus Tanggung Jawab!
PRESIDEN SBY/IST
RMOL. Badan Intelijen Negara harus bertanggung jawab di balik pembatalan secara mendadak kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Belanda kemarin.

Pembatalan beberapa saat sebelum berangkat itu karena BIN terlambat membaca situasi politik yang sedang berkembang di negeri kincir angin tersebut.

"Kita sesalkan kenapa pihak intiljen tidak tanggap dalam memberikan masukan. Untung Presiden berpikir cepat," kata anggota DPD Bambang Susilo kepada Rakyat Merdeka Online.

Makanya, Bambang mendesak agar intelijen Indonesia, baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri, dievaluasi. Karena kelambanan pihak intelijen membaca situasi bisa membahayakan bangsa.

"Negara bisa gampang disusupi, kalau intelijennya lemah. (Pembatalan secara mendadak) ini sebenarnya bisa diantisipasi jauh-jauh hari, bukan ketika dalam pesawat, baru (dapat) kabar itu valid," tegasnya.

Dia meminta pembatalan secara agenda Presiden tidak boleh terulang lagi. Pembatalan secara mendadak ini harus menjadi pukulan bagi pihak intelijen untuk mengevaluasi dan memperkuat funngsi-fungsi intelijen. 

"Apalagi ini menyangkut orang nomor satu bangsa ini," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA