Pembatalan beberapa saat sebelum berangkat itu karena BIN terlambat membaca situasi politik yang sedang berkembang di negeri kincir angin tersebut.
"Kita sesalkan kenapa pihak intiljen tidak tanggap dalam memberikan masukan. Untung Presiden berpikir cepat," kata anggota DPD Bambang Susilo kepada
Rakyat Merdeka Online.Makanya, Bambang mendesak agar intelijen Indonesia, baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri, dievaluasi. Karena kelambanan pihak intelijen membaca situasi bisa membahayakan bangsa.
"Negara bisa gampang disusupi, kalau intelijennya lemah. (Pembatalan secara mendadak) ini sebenarnya bisa diantisipasi jauh-jauh hari, bukan ketika dalam pesawat, baru (dapat) kabar itu valid," tegasnya.
Dia meminta pembatalan secara agenda Presiden tidak boleh terulang lagi. Pembatalan secara mendadak ini harus menjadi pukulan bagi pihak intelijen untuk mengevaluasi dan memperkuat funngsi-fungsi intelijen.
"Apalagi ini menyangkut orang nomor satu bangsa ini," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: