Anggota Komisi III DPR Syarifuddin Sudding menilai, apa pun alasannya, sekalipun itu silaturrahim, publik tetap akan nilai berbeda. Dia mencium ada aroma tidak sedap pertemuan yang tak pernah digelar pimpinan DPR sebelumnya terhadap seseorang calon siapa pun.
"Publik akan melihat, bahwa Saudara Timur datang kesana mencari dukungan, karena pengajuan namanya ke DPR menimbulkan pro kontra. Kedatangannya ini untuk memuluskannya," ujarnya kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 7/10).
"(Sedangkan) pimpinan DPR, (dari) tindakan yang dilakukan untuk memberikan garansi kepada Pak Timur, bahwa dia akan mulus menjalani proses di DPR. Ketika jadi kapolri, (Komjen Timur) akan berutang budi, dan balas jasa ke Pimpinan DPR ketika tersangkut persoalan hukum," imbuhnya.
Meski demikian, politisi Hanura ini belum bisa mengambil sikap apakah akan meminta klarifikasi kepada pimpinan DPR atas tindakan yang dilakuan kemarin itu. Pasalnya, Komisi III DPR baru akan menggelar rapat internal setelah nama Komjen Timur diserahkan Badan Musyawarah DPR ke Komisi III untuk menggelar
fit and proper test. Pada saat rapat internal itulah nanti, Komisi III DPR akan menentukan sikap apakah akan meminta penjelasan kepada pimpinan DPR atau tidak.
[zul]
BERITA TERKAIT: