"Sebab sudah ada kenaikan kemarin sebesar 10 persen. Jadi tidak boleh ada kenaikan TDL lagi," katanya kepada wartawan di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat (Senin, 27/9).
Kebanyakan dari subsidi pemerintah untuk listrik, sebut Ical, sapaan akrabnya, itu digunakan PLN untuk membiayai BBM yang digunakan pembangkit-pembangkit listrik yang baru.
"(Karena itu) kami meminta itu dibatalkan. Diganti dengan pembangkit-pembangkit lainnya, misalnya mengganti dengan batu bara, gas atau tenaga angin," pungkas Ical.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: