Demikian dikatakan Direktur Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Boyamin Saiman kepada
Rakyat Merdeka Online (Selasa, 14/9).
Boyamin mengatakan, saat ini posisi Ical berada di titik nadir. Ical sudah tidak punya daya tawar di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Makanya, dia menilai, meski bermaksud untuk membuat
bargaining baru dengan SBY, pertemuan keduanya menunjukkan Ical butuh SP.
"Kalau saat ini digelar Munaslub (Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar), Ical pasti akan kalah. Apalagi, saya mendengar kader-kader di daerah juga sudah mulai mempertanyakan. Karena Selama ini janji-janji yang disampaikan Ical ketika Munas belum terpunuhi. Misalnya, memberikan dana abadi Rp 1 triliun," tandasnya.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: