"Namanya politisi, apa pun yang dilakukan pasti ada kepentingan politiknya. Karena tidak mungkin ketiga orang ini bisa kumpul bareng mengingat perbedaan kepentingan mereka masing-masing selama ini," ujar Direktur Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 14/9).
Boyamin menilai, saat ini posisi tawar Ical, panggilan Aburizal Bakrie, sedang melemah di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hal ini, katanya, karena Sekretariat Gabungan partai pendukung pemerintah dimana Ical sebagai Ketua Harian, sampai saat ini belum berbuat apa-apa. Bahkan saat pemilihan deputi gubernur Bank Indonesia pada Mei lalu, Setgab pecah. Sejauh ini, Setgab belum berfungsi dan hanya SBY dengan Demokratnya yang terus melakukan konsolidasi di antar sesama partai pengusung.
"Contohnya yang paling jelas (Ical tak punya daya tawar) saat buka puasa partai pengusung di Cikeas, Ical tak hadir. Itu karena Ical sendiri yang tak diundang. Karena memang dia sudah tidak punya posisi tawar. Kalau dia masih kuat, tidak mungkin bergabung dengan dua orang itu (JK dan SP)," sebut Boyamin.
[zul]
BERITA TERKAIT: