Demikian disampaikan Hikmahanto Jumawa dalam Dialog Aktivis Muda Indonesia dengan tema "Nasionalisme dan Kedaulatan Negara: Pembelajaran dari Potensi Konflik Perbatasan Indonesia-Malaysia" yang digelar Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), di hotel Nikko, Jakarta Pusat, Minggu (5/9).
"Saya tidak minta kita perang. Karena kalau kita perang, kita muntahkan peluru pertama kita, tidak saja kita berhadapan dengan Malaysia, tapi kita akan berhadapan dengan dunia," ujarnya.
Ketika Irak menyerang Kuwait, negeri seribu satu malam menjadi musuh bersama dunia. Ini karena aksi Iraq itu diartikan mengobarkan perang.
"Perang bukan yang kita inginkan, perang bukan jalan keluar. Tapi latihan perang boleh juga di perbatasan," ujarnya setengah bercanda.
[arp]
BERITA TERKAIT: