SENGKETA INDONESIA-MALAYSIA

SBY Semakin Meneguhkan Diri Sebagai Pemimpin Tak Berani Ambil Risiko

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 02 September 2010, 15:24 WIB
SBY Semakin Meneguhkan Diri Sebagai Pemimpin Tak Berani Ambil Risiko
RMOL. Isi pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal sikap pemerintah Indonesia terhadap pemerintah Malaysia terkait berbagai persoalan dengan negara tetangga itu jauh dari harapan publik. Pidato yang panjang itu justru semakin meneguhkan prototype politik SBY.

"Politik harmoni dengan mengedepankan face negotiation, soft policy, ambil sikap yang tak beresiko dan dalam balutan pencitraan. Saya tak melihat hal baru dari pidato tadi," ujar pengamat komunikasi politik Gun Gun Heryanto kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 2/9).

Di bagian awal pidatonya, urai Gun Gun, SBY banyak bercerita posisi strategis Malaysia atas Indonesia. Mulai dari TKI, investasi ekonomi hingga tourisme. "Saya khawatir bagian ini memosisikan Indonesia dalam sebagai subordinat dalam persepsi politik Malaysia," imbuhnya.

Pada bagian lainnya, masih kata Gun Gun, SBY mengingatkan masyaratkan untuk tetap mempertahankan karakter bangsa dalam merespons konflik tanpa diimbangi seruan agar pihak Malaysia juga melakukan hal yang sama.

"Mestinya (SBY) minta juga pejabat-pejabat Malaysia untuk menahan diri. Terus, solusi SBY hanya tunggal yakni Penyelsian sengketa wilayah. Kenapa SBY tak memilih solusi jangka pendek dan panjang, karena bagaimanapun penyelesaian sengketa itu jangka panjang," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA