"Politik harmoni dengan mengedepankan
face negotiation,
soft policy, ambil sikap yang tak beresiko dan dalam balutan pencitraan. Saya tak melihat hal baru dari pidato tadi," ujar pengamat komunikasi politik Gun Gun Heryanto kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 2/9).
Di bagian awal pidatonya, urai Gun Gun, SBY banyak bercerita posisi strategis Malaysia atas Indonesia. Mulai dari TKI, investasi ekonomi hingga tourisme. "Saya khawatir bagian ini memosisikan Indonesia dalam sebagai subordinat dalam persepsi politik Malaysia," imbuhnya.
Pada bagian lainnya, masih kata Gun Gun, SBY mengingatkan masyaratkan untuk tetap mempertahankan karakter bangsa dalam merespons konflik tanpa diimbangi seruan agar pihak Malaysia juga melakukan hal yang sama.
"Mestinya (SBY) minta juga pejabat-pejabat Malaysia untuk menahan diri. Terus, solusi SBY hanya tunggal yakni Penyelsian sengketa wilayah. Kenapa SBY tak memilih solusi jangka pendek dan panjang, karena bagaimanapun penyelesaian sengketa itu jangka panjang," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: