"Kalau itu dari awal, kami sudah menyatakan masalah hubungan internasional, apalagi dengan (negara) tetangga, dalam kondisi yang sedang krisis ini, harus ada kebersamaan dari seluruh komponen bangsa," ujar Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal kepada
Rakyat Merdeka Online (Kamis, 2/9).
Bagi PKS, sebut anggota Komisi VI DPR ini, tidak istilah partai oposisi dan koalisi menyakut problem hubungan internasional dan juga masalah nasionalisme. Semua pihak, tambahya, harus duduk bersama memecahkan persoalan tersebut.
"Jangan jadikan masalah diplomasi internasional ini untuk kepentingan jangaka pendek. Saat ini kebersamaan dan nasionalisme kita sedang diuji. Jangan jadikan isu-isu internasional untuk pertikaian elit. Apalagi kalau datang dari teman koalisi," imbuh Mustafa.
Hal itu ia katakan merujuk pada Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie yang mendorong penggunaan hak interpelasi. Dari itu, ia sangat menyayangkan langkah Ical, panggilan akrab Aburizal Bakrie yang merupakan ketua harian sekretariat gabungan partai pendukung pemerintah.
"Kami sayangkan, mestinya Bang Ical harus terbuka soal ini. Ini tidak pernah dibicarakan di Setgab. Janganlah bermain-main api dalam masalah nasionalisme," sarannya.
[zul]
BERITA TERKAIT: