"Itu tanggung jawab ada di Presiden. Beliau seyogyanya jangan menyalahkan para pembantunya. Saya prihatin dan menyesalkan kalau pendekatan SBY padahal hal-hal seperti ini selalu menyalahkan pembantunya," tegas Din saat ditemui wartawan di gedung DPR, Jakarta (Kamis, 26/8).
Dalam penglihatan Din, Presiden SBY bebarapa kali berdalih memerintahkan para menterinya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun, masih kata Din, SBY tidak melakukan langkah-langkah konkret sebagaimana layaknya seorang
top leader.
"Padahal sebagaimana kita ketahui SBY selalu respons terhadapa isu-isu kecil seperti isu video porno. Sementara dalam kasus yang strategis seperti ini beliau tidak mengadakan konferensi pers. Beliau diam saja. Beliau harus mengambil alih tanggungjawab dong," tegas Din lagi.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: