Politisi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikono, saat diminta tanggapan, memang mengakui bahwa para pembantu SBY lamban dalam memberikan solusi dari setiap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Namun, dia tidak ingin hanya menyalahkan sang menteri. Menurutnya, para menteri lamban dalam bertugas karena SBY hanya sibuk berdandan dan tidak memberikan arahan yang jelas.
"Para menteri itu merasa pegangan dan arah tidak jelas dari Presiden. Karena Presiden sendiri hanya sibuk memoles politik pencitraannya. Sementara mereka ini harus berhadapan dengan operasional di lapangan. Wajar, kalau ada yang bingung, pemerintah ini lagi bermain drama atau betul-betul mendarmabaktikan diri," ujar Hendrawan kepada
Rakyat Merdeka Online (Selasa, 24/8).
Selain itu, anggota Komisi VI ini juga menilai peringatan Presiden SBY sebagai signal akan ada perombakan kabinet. Karena sebelumnya, UKP4 juga telah merilis hasil kinerja para menteri.
"Ini hanya tahapan saja untuk reshuffle. Karena 20 Oktober nanti kan genap satu tahun. Supaya menteri-menteri bersiap," ucapnya.
[zul]