"Tidak perlu kita tanggapi isu itu karena tak relevan untuk kita bicarakan," kata Akbar saat menghadiri acara Gerakan Orang Berzakat Infak dan Sedekah Golkar, di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (20/8).
Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mengingatkan, alasan utama pembatasan masa jabatan presiden berasal dari pengalama masa lalu Indonesia dimana masa jabatan presiden yang terlalu lama dapat melahirkan rezim korup.
"Karenanya, secara sadar kita batasi masa jabatan presiden itu. Kalau kita ubah lagi, kita ingkari cita-cita reformasi, kita kembali ke sistem yang tak sejalan dengan cita-cita reformasi," jelas mantan menteri di era Orde Baru itu.
Masih menurut Akbar, gagasan menambah masa jabatan presiden itu muncul dari Ruhut Sitompul sendiri karena ia melihat kondisi internal partainya yang tidak memiliki tokoh lain untuk dicalonkan pada 2014.
[ald]