"Awal kemerdekaan bangsa kita kuat tapi negara tidak kuat. Pelan-pelan bangsa menjadi lemah, tapi negara yang jadi kuat. Sekarang bangsa lemah, negara juga lemah," ujar tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Sholahudin Wahid pada Renungan Kemerdekaan 65 tahun RI, di Tebet, Jumat (13/8).
Negara, masih menurut Gus Sholah, tidak bisa melindungi bangsanya begitupun sebaliknya.
"Banyak kejadian yang mengancam rakyat. Misalnya pendidikan, kita tertinggal dalam pendidikan. 50 persen pegawai kita hanya lulusan SD," lanjutnya.
Ironi semakin bertambah ketika nominal anggaran pendidikan meningkat, tapi biaya pendidikan mahal.
"Pemerintah hanya memperhatikan proses bukan pada
output-nya," imbuhnya.
Di bidang ekonomi, Indonesia semakin dikuasai asing.
"Dalam UU PMA (Penanaman Modal Asing) misalnya, kita memberikan izin bagi pengusaha perkebunan menggunakan lahan selama 90 tahun. Kalau dibandingkan dengan jaman Belanda saat ini kita lebih ramah terhadap pengusaha besar," lanjutnya.
[arp]
BERITA TERKAIT: