Tolak PT 5 Persen, PAN Tetap Tawarkan Sistem Konfederasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 12 Agustus 2010, 08:24 WIB
Tolak PT 5 Persen, PAN Tetap Tawarkan Sistem Konfederasi
RMOL. Peningkatan parliamentary treshold dari 2,5 menjadi 5 persen bukan satu-satunya cara untuk menyederhanakan jumlah partai politik yang ada di Indonesia.

"Kalau semangatnya menyederhanakan partai, peningkatan PT itu tidak satu-satunya cara. Harus ada cara lain yang lebih bisa mengakomodir agar partisipasi rakyat datang ke TPS (tempat pemungutan suara) tidak hilang begitu saja," ujar Wakil Ketua Fraksi PAN Ahmad Rubaie kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 12/8).

Jika menggunakan PT 5 persen, sambung Ahmad Rubaie, setidaknya akan ada jutaan suara yang tak terakomodir di parlemen. Padahal, dia menegaskan, suara pada saat pemilihan umum itu merupakan bentuk partisipasi rakyat untuk Indonesia yang jauh lebih baik. Makanya, harus dipikirkan cara-cara yang lebih elegan, agar suara itu tidak hilang.

"PAN menawarkan sistem konfederasi partai. Pada saat pemilu semua partai berkompetsisi. Tapi bila ada partai yang tidak lolos PT, bisa bergabung dengan partai yang lolos. Tentunya setelah ada komitmen. Jadi suara tetap terakomodir. Partainya tetap memiliki perwakilan di DPR," imbuh anggota Komisi III DPR ini. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA