"Kalau semangatnya menyederhanakan partai, peningkatan PT itu tidak satu-satunya cara. Harus ada cara lain yang lebih bisa mengakomodir agar partisipasi rakyat datang ke TPS (tempat pemungutan suara) tidak hilang begitu saja," ujar Wakil Ketua Fraksi PAN Ahmad Rubaie kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 12/8).
Jika menggunakan PT 5 persen, sambung Ahmad Rubaie, setidaknya akan ada jutaan suara yang tak terakomodir di parlemen. Padahal, dia menegaskan, suara pada saat pemilihan umum itu merupakan bentuk partisipasi rakyat untuk Indonesia yang jauh lebih baik. Makanya, harus dipikirkan cara-cara yang lebih elegan, agar suara itu tidak hilang.
"PAN menawarkan sistem konfederasi partai. Pada saat pemilu semua partai berkompetsisi. Tapi bila ada partai yang tidak lolos PT, bisa bergabung dengan partai yang lolos. Tentunya setelah ada komitmen. Jadi suara tetap terakomodir. Partainya tetap memiliki perwakilan di DPR," imbuh anggota Komisi III DPR ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: