ABB DITANGKAP

Muhammadiyah: Densus 88 terlalu Berlebihan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 10 Agustus 2010, 08:04 WIB
Muhammadiyah: Densus 88 terlalu Berlebihan
RMOL.Jika menggunakan UU Anti Terorisme, Tim Densus 88 Mabes Polri memiliki kewenangan menangkap seseorang atau sekelompok orang yang diduga terlibat secara langsung atau tidak langsung terhadap aksi-aksi terorisme.

Demikian dikatakan Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Muthi kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 10/8).

Namun terkait dengan penangkapan Amir Jamaah Ansharut Tauhid Abu Bakar Baasyir, Muthi menangkap kesan polisi terlalu over reactive atau berlebihan. Karena selama ini secara sturukrual, dia menjelaskan, Ustad Abu, panggilan Abu Bakar Baasyir, sudah tidak ada lagi menjabat di Majelis Mujahidin Indonesia, organisasi yang selama ini dikenal keras.

"Kedua kalau dikaitkan dengan Pondok Pesantren Ngruki, itu juga sesuatu yang menurut saya tidak didukung fakta-fakta yang kuat. Tapi, karana sudah ditangkap polisi dan juga aparat penegak hukum harus bisa membuktikan seluruh tuduhan (Abu Bakat terkait terorisme) di pengadilan melalui cara yang adil dan objektif," ujarnya.

Sedangkan kepada Umat Islam, Muthi berharap untuk menyikapinya dengan kepala dingin.

"Kalau toh ada keberatan, maka bisa menyampaikannya dengan cara yang damai. Bukan cara yang cenderung anarkis. Karena cara itu bukan solusi yang konstruktif," ujarnya berpesan. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA