Jenderal Try Sutrisno: Euforia Demokratisasi Tak Sejalan Dengan Falsafah Negara

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Senin, 09 Agustus 2010, 12:15 WIB
Jenderal Try Sutrisno: Euforia Demokratisasi Tak Sejalan Dengan Falsafah Negara
RMOL. Euforia demokratisasi saat ini telah kebablasan dan sudah tidak sejalan dengan dasar negara dan falasafah negara.

Hal itu dikatakan mantan Wakil Presiden Try Sutrisno dalam sambutan tertulis yang dibacakan Letjen (Purn) Monang Siburian pada acara Semiloka Upaya Percepatan Pemberantasan Korupsi di Auditorium Gedung Forum Komunikasi Purnawiraan TNI/Polri di Jalan Senen Raya, Jakarta (Senin, 9/8).

"Banyaknya lembaga baru dalam era reformasi sudah membebani keuangan negara dan memperlambat program peningkatan kesejahteraan rakyat. Tidak aneh karenannya saat ini masih banyak rakyat yang masih menderita. Angka kemiskinan boleh turun tapi orang miskin bertambah banyak," lanjutnya.

Masih menurut Try Sutrisno, ada banyak rakyat kita yang saat ini makan nasi aking karena tidak mampu membeli sembako.

"Reformasi perlu kita luruskan dan kita koreksi. Kita wajib menghargai pemerintah, tapi persoalan ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tugas kita bersama. Perlu ada karya nyata," pungkasnya.

Mantan Wapres jaman Soeharto ini juga mengutip pepatah sesepuh pendahulu bangsa, "Jangan hanya banyak Bicara, tetapi banyaklah bekerja. Kita atasi persoalan ini dengan berkarya nyata dengan bidang pengabdian kita masing-masing." [arp]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA