"Saya bilang itu biasa. Sepanjang dalam kritik itu ada pembelajaran, pencerahan. Kalau kritik yang disampaikan bersifat membangun, pastilah kami terima," ujar Ketua DPP Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 5/8).
Namun, dia mengatakan, sejauh ini Megawati tidak pernah memberikan kritik yang disertai solusi. Kecuali, dia mengakui, ada beberapa orang dekat Mega yang memberikan kritik plus solusi. Makanya, Sutan menuding, kritik dari Mega tak ubahnya sebuah lelucon.
"Ya, dia pernah bilang (SBY) seperti tari poco-poco, lalu seperti yoyo. Itukan bahasa yang tendensius betul. Itu panggung sandiwara. Kami tidak merespons hal-hal yang demikian," ujarnya.
"Kalau pemerintah bisa memakmurkan rakyat, orang yang memberikan kritik membangun, juga akan dinilai. Atau itu hanya sebuah lelucon. Kalau modal hanya bisa membuat lelucon, masuk ke TIM (Taman Ismail Marzuki) saja biar yang nontok orang yang lucu juga," ungkapnya.
[zul]