Jokowi dan Relawan Bersiap Blusukan

Selasa, 19 Mei 2026, 05:42 WIB
Jokowi dan Relawan Bersiap Blusukan
Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengikuti kegiatan yoga bersama warga di Solo (Foto: Istimewa)
WAKIL Ketua Umum Projo, Freddy Alex Damanik, mengklarifikasi dalam Dialog Petang KompasTV, kemarin, bahwa yang mengajak dia (para relawan) yang bertemu waktu itu, untuk kembali berkeliling (blusukan) se-Indonesia adalah Joko Widodo alias Jokowi sendiri, bukan dirinya.

Jadi, ajakan itu langsung datang dari Pak Jokowi, bukan dirinya atau para relawan yang bertemu waktu itu.

Bahkan, tak hanya diajak blusukan se-Indonesia, para relawan juga diajak untuk bersiap-siap apa pun yang akan terjadi nantinya.

Artinya, para relawan diajak Jokowi dua sekaligus. Yakni, blusukan berkeliling se-Indonesia dan siap-siap menghadapi apa pun yang akan terjadi nantinya.

Jadi, kurang relevan juga protes Ketua DPP PSI Bestari Barus terhadap Projo atau relawan Jokowi lainnya, terkait agenda Jokowi berkeliling Indonesia. 

Sebab, yang mengajak Jokowi, bahkan diajak pula untuk siap-siap menghadapi apa pun yang akan terjadi nantinya.

Bisa jadi yang kedua itulah yang lebih menarik daripada ajakan berkeliling Indonesia itu, yakni siap-siap untuk menghadapi apa pun yang akan terjadi nantinya.

Entah apa yang sedang dipersiapkan Jokowi dan para relawannya? Kalau sekadar berkeliling se-Indonesia, itu biasa saja. 

Sebab, banyak tokoh politik juga melakukan hal itu. Tapi, kalau bersiap-siap menghadapi apa pun yang akan terjadi nantinya, ini tak biasa. Ada sesuatu?

Bukan mustahil Jokowi memang sedang mempersiapkan langkah politik tertentu. Tapi langkah politik apakah itu? Ini yang belum tahu. 

Hanya Jokowi dan para relawannyalah yang paling tahu. Bahkan bisa jadi juga, relawannya pun belum tahu.

Pengamat politik Yunarto Wijaya, yang juga menjadi narasumber dalam Dialog Petang KompasTV kemarin itu, membentangkan sedikit analisis terkait banyaknya protes terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto saat ini, disambungkan dengan blusukan Jokowi nantinya.

Menurutnya, Jokowi bisa jadi simbol (tampil) sebagai alternatif yang dulu dipakai kekuatan Orde Baru, di mana Orde Reformasi saat itu belum terlalu bisa membuat perubahan yang signifikan, yakni piye kabare, penak zamanku to? Apa kabarnya, enak zamanku kan?

Bukan mustahil itulah yang dimaksud dengan ajakan Jokowi untuk siap-siap menghadapi apa pun yang akan terjadi.

Artinya, Jokowi akan tampil sebagai antitesisnya Prabowo. Jokowi akan siap-siap mengambil langkah berbeda atau berhadap-hadapan dengan Prabowo. Bukan untuk dirinya, melainkan untuk masa depan anak-anaknya.

Yunarto Wijaya juga menegaskan bahwa keberlanjutan dulu yang dikatakan Prabowo, tak satu pun yang dijalankan Prabowo, kecuali masih ada Gibran di samping Prabowo.

Kalau Gibran sudah tidak ada, maka hakikat dari keberlanjutan dari Prabowo itu sebetulnya adalah perubahan. Bahkan perubahan yang sangat signifikan.

Bisa jadi ini pulalah yang dimaksud kader PDIP, Guntur Romli bahwa agenda Jokowi berkeliling Indonesia itu, bukanlah ancaman buat siapa pun atau partai mana pun, melainkan ancaman terhadap pemerintahan Prabowo itu sendiri.rmol news logo article

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA