Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa program pemenuhan gizi masyarakat semestinya tidak didesain secara kaku dan sentralistik dari pusat, melainkan harus melibatkan langsung kepala daerah hingga pedagang kecil di tingkat akar rumput.
"Apa MBG versi PDI Perjuangan yang melibatkan kekuatan rakyat? Jadi bukan sebagai satu program yang didesain secara sentralistik, tapi dengan melihat keunikan daerah, melibatkan kepala daerah, dan juga menggunakan warung-warung rakyat," kata Hasto dalam keterangannya, dikutip Sabtu, 31 Oktober 2026.
Politisi asal Yogyakarta ini menjelaskan bahwa gagasan tersebut mencuat dari hasil penyerapan aspirasi kader di tingkat akar rumput, menyusul temuan sejumlah survei yang merefleksikan ketidakpuasan publik terhadap efektivitas berbagai kebijakan pemerintah saat ini.
Oleh karena itu, menurut Hasto, partai berlambang banteng moncong putih tersebut dituntut untuk tidak sekadar mengkritisi, melainkan turut menyodorkan solusi konkret di tengah masyarakat.
"Dengan hasil survei yang mengekspresikan ketidakpuasan atas berbagai kebijakan, PDI Perjuangan dengan memperkuat akar rumput itu juga dapat memberikan jawaban-jawaban. Bahwa ketika PDI Perjuangan dipercaya rakyat, apa solusinya? Apa jawaban PDI Perjuangan terhadap kelangkaan BBM? Apa jawaban PDI Perjuangan untuk memastikan bahwa BPJS Kesehatan tetap menjadi skala prioritas bagi rakyat?" pungkasnya.
BERITA TERKAIT: