Survei ASI

Kepercayaan Publik ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Capai 60 Persen, Ini Faktornya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Selasa, 20 Oktober 2026, 20:58 WIB
Kepercayaan Publik ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Capai 60 Persen, Ini Faktornya
Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif'an, dalam diskusi dan refleksi bertajuk “Capaian & Tantangan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)
Kecil Besar
rmol news logo Tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, ditemukan tembus di atas 50 persen oleh Arus Survei Indonesia (ASI).

Direktur Eksekutif ASI, Ali Rif'an, menyampaikan temuan surveinya tersebut dalam diskusi dan refleksi bertajuk “Capaian & Tantangan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026. 

"Berdasarkan hasil survei Arus Survei Indonesia yang dilaksanakan pada 23-29 Juli 2026, sebanyak 61,4 persen masyarakat menyatakan percaya kepada pemerintahan Prabowo," ujar dia.

Dia menegaskan, temuannya tersebut menjadi salah satu indikator untuk membaca persepsi masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, sekaligus bahan refleksi dalam mengevaluasi pelaksanaan kebijakan selama dua tahun pemerintahan.

Ali menjelaskan, kepercayaan publik merupakan aspek penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kepercayaan tidak hanya berkaitan dengan penilaian masyarakat terhadap pemerintah, tetapi juga menjadi modal sosial bagi pelaksanaan kebijakan dan keberlanjutan program pembangunan.

“Angka ini memberikan gambaran mengenai persepsi publik terhadap pemerintah dan menjadi salah satu indikator penting dalam evaluasi pemerintahan,” tegasnya.

Meski begitu, menurut perspektif evaluasi kebijakan publik, tingkat kepercayaan tersebut perlu diikuti dengan upaya menjaga konsistensi kinerja dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Karena kepercayaan publik bukan sesuatu yang bersifat permanen, melainkan dapat berubah seiring dengan pengalaman masyarakat dalam mengakses layanan, merasakan manfaat program, dan menilai respons pemerintah terhadap persoalan yang mereka hadapi.

"Dalam konteks dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, hasil survei ini menjadi salah satu bahan untuk melihat hubungan antara persepsi publik dan pelaksanaan pemerintahan," tutur Ali.

"Angka kepercayaan perlu dibaca bersama indikator lain, seperti kepuasan terhadap kinerja pemerintah, penilaian atas program prioritas, serta pandangan masyarakat mengenai persoalan ekonomi dan pelayanan publik," demikian Ali menambahkan.

Diskusi yang diselenggarakan ASI tersebut juga menghadirkan Arya Fernandes selaku Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS; Syukri Rahmatullah Pemimpin Redaksi BeritaSatu; dan Agung Baskoro Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA