Desakan itu ditegaskan oleh Juru Bicara Forum Alumni Muda Universitas Bung Karno (FAM UBK), Bung Fadli buntut pengakuan Ketua BEM UBK Muhammad Abdimaludin yang dibayar usai bertemu Gibran di Istana Wapres beberapa waktu lalu.
Ia menilai ada indikasi kuat aksi dan narasi miring yang berkembang belakangan ini tidak bergulir secara organik, melainkan digerakkan oleh pihak tertentu.
"Kami meminta aparat berwenang mengusut tuntas dugaan aktor intelektual yang secara sengaja menggerakkan aksi maupun menyebarkan narasi yang bertujuan membangun fitnah terhadap Wapres Gibran sekaligus merusak citra UBK," tegas Bung Fadli dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 26 Juni 2026.
Fadli mengingatkan, perbedaan pandangan politik adalah hal lumrah di dalam iklim demokrasi, dan konstitusi pun menjamin kebebasan berpendapat. Namun, kebebasan tersebut tidak boleh kebablasan hingga menjadi tameng untuk melempar tuduhan tanpa bukti.
"Jangan sampai perbedaan itu berubah menjadi fitnah, hoaks, atau tuduhan tanpa bukti yang dapat merugikan individu maupun mencoreng nama baik lembaga pendidikan," urainya.
Oleh karena itu, FAM UBK mendesak Korps Bhayangkara bertindak cepat dan objektif agar bola liar isu ini tidak terus menggelinding dan merugikan pihak-pihak terkait.
Di sisi lain, Fadli juga memberikan peringatan keras kepada oknum-oknum alumni agar menahan diri dan tidak ikut memperkeruh suasana dengan mempolitisasi isu yang kebenarannya sama sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: