Hersubeno melihat operasi serangan pemicunya sering dimulai dari kelompok tertentu yang sudah memiliki sentimen negatif atau kritis terhadap Prabowo.
"Sehingga narasi tersebut menyebar secara organik oleh akun-akun pionir," kata Hersubeno dikutip dalam kanal YouTube pribadinya, Sabtu 30 Mei 2026.
Karena itulah, Hersubeno mengingatkan bahwa setiap isu yang masuk ke dalam WhatsApp Grup jangan disebar kembali tanpa verifikasi.
"Karena peran WhatsApp Grup dan influencer seringkali pengaruhnya lebih kuat dari institusi pemerintah," kata Hersubeno.
"Apalagi sekarang banyak sekali influencer yang punya followers sangat besar," sambungnya.
Operasi serangan, kata Hersubeno, biasanya menggunakan buzzer atau akun anonim untuk memicu isu.
"Kemudian diperkuat influencer atau akun dengan pengikut besar untuk memberi legitimasi narasi tersebut," pungkas Hersubeno.
BERITA TERKAIT: