Dikatakan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, sepak bola seharusnya menyenangkan, menghibur, dan membawa pesan persatuan. Bahkan, sportivitas menjadi semangat utama dari olahraga ini.
"Tapi nyatanya anarkisme dan radikalisme yang terjadi sampai memakan korban banyak," kata Ahmad Muzani dalam keterangannya, Senin (3/10).
Muzani berharap, Tragedi Kanjuruhan harus menjadi evaluasi bagi semua pihak. Tidak hanya unsur penyelenggara, pengamanan, dan pemerintah. Tetapi, juga dari kedewasaan suporter dalam menafsirkan fanatisme pada klub sepak bola.
"Misalnya, kekecewaan pendukung fanatisme yang berlebihan yang kemudian berujung pada tindakan anarkis dan radikal. Kemudian kelalaian penyelenggaraan pertandingan terkait waktu dan tempat, serta over kapasitas stadion," terangnya.
Untuk itu, lanjutnya, Partai Gerindra mendukung penuh sikap Presiden Joko Widodo yang meminta Menpora Zainuddin Amali, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawa agar Tragedi Kanjuruhan ini diusut tuntas.
"Dan perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terkait teknis penyelenggaraan dan prosedur pengamanannnya," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: