Hal tersebut disampaikan Dutabesar Ukraina untuk Republik Indonesia, Y.M. Vasyl Hamianin ketika melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Selasa (7/6).
Menurut Dubes Hamianin, posisi G20 penting dan sangat menentukan dalam mengupayakan penyelesaian konflik di Ukraina. G20, kata dia, merupakan cerminan representasi negara-negara yang ada di dunia.
Meskipun agenda utama G20 adalah bidang ekonomi, tapi G20 tidak dapat dipisahkan dari berbagai situasi atau permasalahan yang sedang melanda dunia saat ini, seperti
food security, energy security hingga logistik.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga menyampaikan posisi Pemerintah RI bahwa konflik di Ukraina harus segera dihentikan agar kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina dapat dihormati, sesuai prinsip dan tujuan yang tercantum dalam Piagam PBB dan hukum internasional.
"Pemerintah RI konsisten menyampaikan posisi tersebut di berbagai pertemuan penting yang digelar baik dalam maupun luar negeri," kata Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/6).
Pemerintah RI juga menyampaikan
concern terkait penanganan krisis kemanusiaan sebagai dampak dari konflik. Pemerintah RI juga siap mendukung dan mengirimkan bantuan kemanusiaan, melalui Palang Merah Ukraina.
Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga didampingi Ketua Komisi I DPR, Meutia Hafid dan Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional, Edi P. Pambudi. Sementara Dutabesar Hamianin disertai Sekretaris I pada Kedubes Ukraina di Jakarta.
BERITA TERKAIT: