Begitu yang ditegaskan pengamat ekonomi dari Universitas Paramadina, Eisha M. Rachbini, lewat keterangannya yang diterima
Kantor Berita Politik RMOL, Senin (25/4).
"Kondisi masyarakat sebenarnya belum pulih akibat pandemi, dan belum bisa kembali sebagaimana masa sebelum pandemi,†ucap Eisha.
Karena itu, pemerintah harus memprioritaskan subsidi yang seharusnya diberikan ke warga tidak mampu. Sebab, kenaikan harga-harga yang terjadi belakangan ini rentan menimbulkan tingkat kemiskinan yang makin parah.
"Mereka yang sebelumnya bukan tergolong masyarakat miskin, dengan terjadinya kenaikan harga-harga bahan pokok beruntun akan berisiko jatuh menjadi golongan masyarakat tidak mampu atau miskin," jelasnya.
"Karena masyarakat tidak mempunyai kemampuan yang cukup ketika terjadi kenaikan harga-harga,†tutupnya.