AHY menuturkan, momentum Nuzulul Qur'an harus menjadi pengingat untuk umat manusia, khususnya umat Islam kembali mempelajari dan menjadikan nilai-nilai dalam Al-Quran sebagai rujukan dalam setiap sikap, perilaku, dan pola pikir.
"Jadikan nilai-nilai dalam Al-Quran sebagai rujukan dalam sikap, perilaku, dan pola pikir dalam keseharian, baik dalam kehidupan keluarga, kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," tutur AHY dalam keterangannya, Rabu (20/4).
Dalam lawatannya tersebut, AHY juga secara simbolis memberikan santunan kepada anak yatim di Banda Aceh dan Aceh Besar. Acara itu turut dihadiri puluhan ulama yang berasal dari seluruh penjuru Aceh.
Di hadapan para ulama, AHY menyampaikan bahwa Aceh merupakan provinsi yang sangat spesial dan memiliki hubungan emosional yang kuat dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Aceh memiliki nilai religi serta keislaman yang selalu diterapkan oleh masyarakat Aceh. Kedatangan saya ini memang untuk yang ke sekian kalinya, namun selalu spesial jika berkunjung ke Aceh," ucap AHY.
“Ini bahkan daerah lain pada protes, kok selalu Aceh. Saya jawab karena selain spesial, Aceh juga merupakan salah satu jangkar dan basis suara Partai Demokrat,†sambungnya.
Selaras dengan itu. Tgk. Nuruzzahri Yahya memberikan sambutan sebagai perwakilan ulama. Ia mengaku sangat senang kedatangan putera sulung dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu ke Serambi Mekah tersebut.
"Kami semua senang dan bersemangat saat mengetahui Mas AHY ingin datang kembali ke Aceh dan bersilaturahmi dengan kami. Sebagai umat muslim, kita harus menjaga silaturahmi ini dengan baik,†kata Yahya.
Kedatangan AHY ke Aceh selain silaturahmi dengan kader Partai Demokrat dan ulama, Putra Presiden RI Ke-6 ini juga direncanakan melakukan silaturahmi dengan para wartawan dan influencer setempat di lokasi yang berbeda pada malam hari.
BERITA TERKAIT: