KRL-KKN merupakan entitas penting baru dan terbuka untuk semua komponen bangsa yang menghendaki bangsa Indonesia maju tanpa KKN.
"Puji syukur akhirnya kita menyepakati bersama rakyat dan dari berbagai profesi untuk membentuk Komite Rakyat Lawan KKN atau KRL-KKN," ujar Bungas Fernando Duling yang biasa disapa Nando dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (26/2).
Pembentukan KRL-KKN juga dihadiri para aktivis 98, di antaranya Ubedilah Badrun, Yusuf Blegur, Anton Aritonang, Henry Basel, Edysa Girsang, Apek Saiman, Jaya, Hersyam, dan beberapa lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ubedilah Badrun menilai upaya menjaga semangat melawan KKN penting dalam mempertahankan dan memajukan bangsa.
"Sesungguhnya ada
silent majority yang memiliki semangat melawan KKN. Apalagi generasi milenial dan generasi Z saat ini," kata Ubedilah.
Ia memaparkan, berdasarkan riset ada 83 persen pemuda di seluruh dunia membenci korupsi. Karena itu, semangat memberantas KKN harus diinisiasi sebagai upaya menghadirkan pemerintahan yang baik.
"Upaya ini penting untuk menghadirkan
good governance dan
clean government di negeri ini," ucap Ubedilah.
BERITA TERKAIT: