Hal ini diumumkan langsung oleh Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotan dan Kaderisasi (BPOKK) DPP Demokrat, Herman Khaeron, usai mengikuti rapat pleno III Musda V Demokrat Lampung, Senin (25/10).
"Sudah diputuskan dua nama calon diusulkan ke DPP untuk ditetapkan sebagai Ketua DPD Demokrat Lampung terpilih. Syaratnya kader demokrat dengan minimal 20 persen," kata Herman di Hotel Sheraton, Bandar Lampung.
Dua nama tersebut adalah petahana Ridho Ficardo dan Edy Irawan Arief yang sudah dinyatakan lolos verifikasi dukungan. Namun, Herman mengatakan tidak bisa mengumumkan berapa jumlah suara yang didapatkan keduanya.
"Jumlah suara ada di berita acara sebagai bahan untuk fit and proper test nantinya di DPP," jelasnya, dikutip
Kantor Berita RMOLLampung.
Herman menjelaskan, Ridho dan Edy akan menjalani
fit and proper test di DPP dan akan dinilai oleh Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sekretaris Jenderal Teuku Riefky Harsya, dan Herman Khaeron.
"Materi dasar
fit and proper test adalah visi misi dan program kerja untuk menghadapi Pemilu dan Pilkada tahun 2024. Kita ingin lihat strategi mereka untuk memenangkan Demokrat di Lampung," tambahnya.
Ia menilai kepemimpinan Ridho selama 2016-2021 sudah cukup baik karena sudah berhasil menambah kursi untuk Demokrat di Lampung. Selain itu, kader Demokrat Lampung tetap solid selama ada MLB dari kubu Moeldoko.
Ia mengatakan, untuk pengumuman siapa yang terpilih masih membutuhkan waktu. Pasalnya, Musda Demokrat Lampung adalah musda ke-15 di Indonesia.
"Waktunya masih dijadwalkan karena ini adalah musda ke-15 Demokrat, mungkin minggu pertama November nanti," kata dia.
Sementara itu, Ridho Ficardo sendiri mengaku tidak mengetahui berapa jumlah suara DPC yang mendukungnya karena verifikasi dilakukan secara tertutup.
Dalam
fit and proper test nanti, mantan Gubernur Lampung ini akan menyampaikan program kerja sesuai dengan arah kebijakan DPP untuk memenangkan pemilu dan pilkada 2024.
Hal yang sama disampaikan Edy Irawan. Dirinya juga tidak mengetahui pasti berapa dukungan yang lolos verifikasi.
"Untuk poin visi misi di
fit and proper test, kami ingin konsolidasi partai dengan membentuk kepengurusan yang diterima masyarakat dan melaksanakan program kerja. Yang pasti saya tidak akan bertentangan dengan DPP," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: