Seperti harga vitamin dan obat-obatan di Jabodetabek dan sejumlah daerah yang langsung meningkat drastis.
Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang
panic buying dengan memborong kebutuhan pangan untuk menghadapi PPKM Darurat.
"Masyarakat tidak siap, masyarakat panik menghadapi PPKM Darurat untuk di rumah saja sementara," kata Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jakarta Utara, Brando Susanto kepada wartawan, Senin (5/7), dikutip
Kantor Berita RMOLJakarta.
Selain itu, berdasarkan pantauan Brando, ternyata harga tes Covid-19 dengan antigen atau PCR (polymerase chain reaction) juga ikutan melambung tinggi.
Kondisi tersebut jelas sangat merugikan masyarakat yang sedang tertekan dengan pandemi Covid-19. Terlebih saat ini warga dipaksa di rumah saja selama PPKM Darurat.
Masyarakat yang memiliki gejala ringan, seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan lain-lain, hanya bisa melakukan tes PCR di dekat rumah atau domisilinya.
"Ini yang kemudian meningkatkan harga yang tidak sedikit dan memberatkan masyarakat," ucap Brando.
Untuk itu Brando mendorong Dinas Kesehatan untuk turun tangan dengan melakukan pengawasan agar harga tes Swab tidak naik ugal-ugalan.
"Perlu juga diaudit institusi-institusi penyelenggara tes PCR dan antigen. Ini masih tanggung jawab pemerintah melindungi kepentingan masyarakat yang sedang sangat sulit akibat pandemi yang merajalela," tutup Brando.
BERITA TERKAIT: