Baginya, sosok mantan Ketua Tim Sukses paslon 02 itu mampu memelihara idealisme hingga akhir hayatnya.
“Tegas tanpa kompromi dalam perjuangan politik,
to be or not to be, tidak ada negosiasi dalam kepentingan Merah Putih,†ujar Kamrussamad kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (10/5).
Kader Partai Gerindra ini mengatakan, almarhum Djoko Santoso memiliki kemampuan dan kepemimpinan yang tercermin ketika memutuskan untuk memindahkan posko induk Prabowo-Sandi ke Kota Solo.
“60 hari menjelang pencoblosan, ia hadir meresmikan posko perjuangan Prabowo-Sandi dekat rumah pribadi paslon 01 (Joko Widodo) di Kota Solo,†paparnya.
Menurutnya, Djoko Santoso merupakan orang yang selalu terbuka dengan siapa pun dan sabar dalam melayani masyarakat tanpa mengeluh.
“Humanis dan selalu membuka pintu rumahnya buat relawan, bahkan rumah pribadinya di Bambu Apus dijadikan posko BPN (badan pemenangan nasional), dengan sabar melayani aspirasi maupun keluhan relawan,†tandasnya.
BERITA TERKAIT: