Salah satu solusi yang muncul adalah mencetak lebih banyak uang atau
printing money.
Ekonom Senior, Rizal Ramli menilai, opsi tersebut tidak keliru. Tetapi, menjadi berbahaya jika pemerintah yang menjalankan opsi tersebut tidak kredibel.
"Mohon maaf,
printing money pada saat pemerintahnya itu tidak kredibel, banyak KKN dan
abuse of power,
printing money bahaya sekali," ujar Rizal Ramli di ILC TVOne bertajuk ‘Corona: Setelah Wabah, Krisis Mengancam?’, Selasa (21/4).
Dikatakan Rizal Ramli, ketika
printing money dilakukan dan tidak dikelola dengan baik. Akibat terburuknya adalah mata uang rupiah akan kehilangan nilai jual.
"Begitu pemerintah
printing money, rupiah bisa anjlok ke Rp 20 ribu terkecuali pemerintah lebih kredibel saat ini," katanya.
Ide
printing money disuarakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurutnya, ide tersebut dapat menjadi solusi jangka pendek untuk menyelamatkan ekonomi nasional.
"Itu opsi juga (cetak uang), memang kita tidak khawatir rupiah kemana-mana, tetap aja dia di dalam negeri. Kalau memang perlu, cetak uang juga suatu solusi yang (bisa) dijalankan untuk jangka pendek ini," kata JK pada acara yang sama.