Ekspor Masker Besar-besaran Bukti Pemerintah Tidak Sinkron Atasi Corona

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/jamaludin-akmal-1'>JAMALUDIN AKMAL</a>
LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Rabu, 18 Maret 2020, 12:39 WIB
Ekspor Masker Besar-besaran Bukti Pemerintah Tidak Sinkron Atasi Corona
Masker/Net
rmol news logo Presiden Joko Widodo lagi-lagi dinilai tidak mampu mensinkronisasikan manajemen penanganan virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Kegagalan dalam managemen mengatasi Covid-19 di Indonesia terjadi setelah pemerintah melakukan ekspor besar-besaran masker ke luar negeri pada saat virus corona menjangkit di banyak negara, bahkan di Indonesia sendiri.

"Pemerintah tidak memiliki sinkronisasi manajemen mengatasi Covid-19 antar kementerian. Seharusnya antara Menteri Kesehatan dan Menteri Perdagangan saling berkoordinasi soal ketersediaan masker," ucap Direktur Eksekutif Center for Social, Political, Economic and Law Studies (Cespels), Ubedilah Badrun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (18/3).

Jika Presiden Jokowi mampu mengelola koordinasi antara menterinya maka akan lebih memprioritaskan keselamatan rakyatnya dibanding keuntungan dari ekspor.

"Koordinasi itu akan menghasilkan skala prioritas dalam melindungi warga negara tanpa mengabaikan kepentingan ekspor," kata Ubedilah.

Karena, kata Ubedilah, Presiden Jokowi seharusnya lebih mengutamakan keselamatan dan kesehatan rakyatnya dibanding mementingkan kepentingan asing atau bisnis yang menguntungkan disaat wabah corona terjadi di Indonesia.

"Sehingga porsi untuk melindungi keselamatan warga negara Indonesia harusnya lebih besar atau lebih diutamakan dibanding kepentingan asing dan bisnis semata," tegasnya.

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA