Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus), Gde Siriana menyebutkan bahwa wabah covid-19 adalah kejadian luar biasa yang cepat menyebar di lintas negara.
"Informasi penyebaran yang cepat di 79 negara di luar China dengan mudah diakses masyarakat di manapun," ujar Gde Siriana kepada redaksi, Kamis (5/3).
"Secara alamiah ketakutan itu muncul, apapun bangsanya. Tetapi ketakutan ini dapat diimbangi dengan trust masyarakat kepada pemerintah dalam upaya menghentikan penyebaran wabah Corona," katanya menambahkan.
Gde Siriana menyebutkan satu kunci yang harus diperhatikan pemerintah dalam perang melawan wabah covid-19 adalah konsistensi dan keselarasan pernyataan antar instansi.
"Disamping kesiapan semua posko kesehatan di daerah, dan penyediaan gratis sanitizer hand wash maupun masker. Juga masyarakat perlu mendapat kesan pemerintah serius dan fokus pada corona," jelasnya.
Selain itu, kata dia, pemerintah harus menjamin ketersediaan pangan. Dia contohkan, pasca pemerintah resmi mengumumkan kasus corona, kemudian disusul aksi borong pangan oleh masyarakat.
"Contoh lainnya ketika pemerintah himbau untuk jaga stamina, masyarakat merespon bukan dengan borong vitamin di apotik yang relatif mahal tetapi dengan borong bahan herbal yang secara kultur sudah dipercaya khasiatnya oleh banyak orang," katanya.
Sambungnya, hal-hal semacan itu harus betul-betul dilaksanakan pemerintah. Pasalnya, masyarakat pun secara tidak langsung juga paham seberapa bahaya viru corona.
"Masyarakat sudah paham bahwa corona tidak mematikan seperti flu burung. Tetapi masyarakat paham bahwa penyebaran corona lebih luas dan cepat dari flu burung," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: