Pasalnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melihat keputusan menyandingkan Irna Narulita dan Tanto jilid II di Pandeglang baru sepihak dan belum final karena hanya direkomendasikan oleh PDIP.
PKS sendiri belum menentukan sikap, karena terhambat adanya rekomendasi PDIP yang kembali mencalonkan Irna Narulita dengan Tanto.
"Untuk Pandeglang kita nunggu sikap DPP PKS. Agak kita tahan karena terkait dukungan dengan PDIP," kata Ketua DPW PKS Banten, Sanuji Pentamarta, kepada awak media di Kota Serang, Selasa (25/2).
Sampai saat ini, dikatakan Sanuji Pentamarta, untuk rekomendasi Pilkada di Pandeglang masih hanya sebatas untuk Irna Narulita. Belum majuke tahap menentukan wakil yang mendampingi Irna.
"Kita berharap yang mendampingi Irna dari kader PKS. Intinya jangan koalisi yang nanti tidak sejalan dengan ulama dan umat, ini penting," ucapnya, dikutip
Kantor Berita RMOLBanten.
Sebelumnya, PDIP telah mengumumkan 50 pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang didukung dalam Pilkada 2020. Pengumuman gelombang pertama ini digelar pada Rabu (19/2).
Dari 50 pasangan yang diumumkan, dua di antaranya akan bertarung di dua daerah di Banten. Yakni Irna Narulita-Tanto Warsono Arban untuk Pandeglang dan Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa untuk Kabupaten Serang.
Ketua DPD PDIP Banten, Ade Sumardi, memaparkan alasan turunnya dua rekomendasi partai berlambang Banteng moncong putih, karena kedua petahana tersebut dekat dengan rakyat.
"Untuk Pandeglang kita ke Irna-Tanto, sementara untuk Serang Bu Tatu dan Pandji. Sudah
clear, kader partai sudah harus turun ke bawah," katanya, Kamis lalu (20/2).