Selain tidak begitu bersinar, mantan Ketua Fraksi PAN di DPR itu pernah "berurusan" dan diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi.
Mulfachri pada tahun 2019 pernah diperiksa KPK dalam kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen, yang menjerat eks Wakil Ketua DPR fraksi PAN Taufik Kurniawan.
"Kalau ingin menjadi ketua umum PAN, harus bebas dari korupsi. Jadi, kalau dia pernah dipanggil KPK, DPD dan DPW enggak akan memilih dia," kata pengamat politik anggaran, Uchok Sky Khadafi, Jumat (7/2).
Uchok menjelaskan, ada beberapa hal lain yang juga mesti dipertimbangkan oleh para kandidat ketum; restu politik pendiri PAN Amien Rais, dan restu Istana.
"Inilah nanti yang akan bertarung di Kongres PAN. Jadi, kalau dia pernah sudah dipanggil KPK, sudah itu tidak dapat restu dari Amien Rais, sudah itu Istana masak bodoh dengan itu, ini akan kalah. Ya enggak usah nyalon deh," pungkasnya.
Hingga saat ini, ada empat calon ketum PAN. Mulfachri Harahap sendiri, petahana Zulkifli Hasan, Dradjad H. Wibowo, dan Asman Abnur.