KONGRES PAN 2020

Pernah Digarap KPK, Mulfachri Harahap Sulit Dapat Dukungan DPW Dan DPD

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Jumat, 07 Februari 2020, 10:15 WIB
Pernah Digarap KPK, Mulfachri Harahap Sulit Dapat Dukungan DPW Dan DPD
Mulfachri Harahap/Net
rmol news logo Calon Ketua Umum PAN periode 2020-2025 Mulfachri Harahap dinilai sulit untuk mendapat dukungan dari pemilik suara pada Kongres V PAN tahun 2020.

Selain tidak begitu bersinar, mantan Ketua Fraksi PAN di DPR itu pernah "berurusan" dan diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Mulfachri pada tahun 2019 pernah diperiksa KPK dalam kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen, yang menjerat eks Wakil Ketua DPR fraksi PAN Taufik Kurniawan.

"Kalau ingin menjadi ketua umum PAN, harus bebas dari korupsi. Jadi, kalau dia pernah dipanggil KPK, DPD dan DPW enggak akan memilih dia," kata pengamat politik anggaran, Uchok Sky Khadafi, Jumat (7/2).

Uchok menjelaskan, ada beberapa hal lain yang juga mesti dipertimbangkan oleh para kandidat ketum; restu politik pendiri PAN Amien Rais, dan restu Istana.

"Inilah nanti yang akan bertarung di Kongres PAN. Jadi, kalau dia pernah sudah dipanggil KPK, sudah itu tidak dapat restu dari Amien Rais, sudah itu Istana masak bodoh dengan itu, ini akan kalah. Ya enggak usah nyalon deh," pungkasnya.

Hingga saat ini, ada empat calon ketum PAN. Mulfachri Harahap sendiri, petahana Zulkifli Hasan, Dradjad H. Wibowo, dan Asman Abnur. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA