Xiao menyebut, Presiden China Xi Jinping sendiri yang memimpin dan mengoordinasikan upaya pertarungan melawan wabah tersebut.
"Kami sangat transparan. Contohnya, setiap hari sebelum pukul 08.00, Komisi Kesehatan Nasional China akan mengumumkan data terbaru, situasi penyebaran wabah, serta langkah-langkah pencegahan dan pengendalian," ujar Xiao dalam video konferensi pers yang dibagikan Kedutaan Besar China di Jakarta, Selasa (4/2).
Otoritas China juga secara konsisten mengumumkan daftar rumah sakit dan klinik di Tiongkok yang dapat menangani pasien-pasien terinfeksi.
"Kami selalu memberikan update perkembangan virus kepada negara-negara bersangkutan agar berbagai pihak dapat mengatasi virus secara aktif," ujarnya.
Bentuk transparansi China tercermin dari kunjungan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus ke Beijing pekan lalu. WHO bertukar pendapat dengan pihak China tentang pencegahan dan pengendalian wabah. Otoritas China juga telah mempersilakan tenaga ahli WHO mengunjungi Wuhan kemarin.
Hasilnya, lembaga kesehatan itu mengakui tindakan Tiongkok dalam menghadapi wabah coronavirus mencerminkan sifat yang terbuka, transparan, dan menghargai kerja sama internasional.
"Mereka menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Tiongkok atas langkah yang kami ambil untuk mencegah penyebaran virus," tutur Xiao. "Menlu dari India dan Singapura secara khusus memuji Tiongkok yang membagikan informasi secara terbuka, transparan, dan aktif berkomunikasi dengan masyarakat internasional."
China, ujarnya, mendeteksi virus dengan cepat, senantiasa berbagi informasi secara transparan, dan mengambil tindakan efektif sehingga memperlambat penyebaran virus ke negara lain. Oleh sebab itu, dia menyebut bahwa WHO percaya China akan segera secara efektif mengendalikan dan pada akhirnya menanggulangi wabah coronavirus jenis baru.
Xiao tak lupa menyampaikan apresiasinya atas dukungan Indonesia.
"Beberapa hari terakhir ini, diplomat dari kedutaan kami terus berkomunikasi dengan Kemlu RI dan Kementerian Kesehatan RI untuk memberi tahu situasi terbaru. Sejak pandemik ini terjadi, pemerintah dan masyarakat Indonesia telah menyampaikan dukungan kepada Tiongkok yang berupaya melawan coronavirus jenis baru," urai Xiao.
"Atas dukungan dan bantuan tersebut, pemerintah dan rakyat Tiongkok mengucapkan terima kasih. Hal ini mencerminkan persahabatan kedua negara yang selalu bahu-membahu menghadapi kesulitan bersama," ungkap Xiao.
Xiao berusaha meyakini, bahwa virus corona dapat disembuhkan.
"Pasien yang terpapar secara ringan secara bertahap akan pulih sekitar satu minggu setelah terinfeksi. Sementara itu, pasien yang agak parah mungkin membutuhkan waktu hingga dua minggu atau lebih," jelasnya.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google