Dalam pertemuan itu, PKS meminta nasihat kepada PP Muhammadiyah untuk menyikapi dinamika kebangsaan dan keummatan.
Kepada awak media, Presiden PKS Sohibul Iman mengaku diharapkan tetap menjaga demokrasi di Tanah Air. Salah satunya, soal perlu adanya partai politik penyimbang sebagai upaya
check and balance.
"Kami mendapat nasihat untuk bagaimana mematangkan demokrasi, menjaga logika dasar demokrasi, dengan kami bisa menempatkan diri sebagai kekuatan penyeimbang," kata Sohibul di Kantor PP Muhammadiyah, Rabu (4/12).
Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir menuturkan, dalam rangka mengintegrasikan Islam dan kebangsaan, konteks sosial dan politik itu perlu menjaga kehidupan yang demokratis.
Salah satunya, kata Haedar, dengan menjaga semangat reformasi yang sudah berjalan hampir dua dekade ini.
"Jangan lupa semangat reformasi itu, ada check and balances, ada proses aspirasi kekuatan
civil society yang kuat. Tetapi juga pada saat yang sama kita ingin ada pemerintahan yang
good governance ya dan lain sebagainya. Nah, cita-cita reformasi ini jangan padam dan harus menjadi spirit kita bersama," demikian Haedar.
BERITA TERKAIT: