Bertemu Menteri KKP Edhy Prabowo, Dubes AS Punya Satu Permintaan Khusus

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Jumat, 08 November 2019, 11:18 WIB
Bertemu Menteri KKP Edhy Prabowo, Dubes AS Punya Satu Permintaan Khusus
Dubes AS saat bertemu Edhy Prabowo di Kantor KKP/Humas KKP
rmol news logo Pertemuan Duta Besar Amerika Serikat, Joseph R Donovan, dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Edgy Prabowo awalnya hanya sebuah sebuah acara pertemuan biasa. Namun, Dubes Joseph kemudian mengungkapkan satu permintaan khusus kepada Edhy.

Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Edhy Prabowo bertemu Dubes AS untuk Indonesia Joseph R Donovan di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (7/11).

Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas kerja sama sektor kelautan dan perikanan yang telah terjalin antara Indonesia dan AS. Serta potensi kerja sama yang dapat dikembangkan di masa mendatang.

Mengawali pertemuan keduanya, Dubes Joseph menyampaikan selamat atas dilantiknya Edhy sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI. Joseph menuturkan, selama ini kerja sama sektor kelautan dan perikanan kedua negara telah terjalin baik.

Kerja sama tersebut di antaranya pelatihan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan yang melibatkan KKP dan kementerian/lembaga (K/L) terkait, Marine Biodiversity and Sustainable Fisheries Program (MBFSP) KKP-USAID, dan Maritime Domain Awareness (MDA).

Selain itu, Dubes Joseph juga memberitahukan bahwa AS telah menerapkan Seafood Import Monitoring Program (SIMP) untuk menjamin ketertelusuran produk perikanan yang masuk ke AS.

“Dalam implementasi SIMP ini, kami (AS) juga telah memberikan asistensi kepada pemerintah dan perusahaan-perusahaan perikanan Indonesia agar produk yang dihasilkan dapat memenuhi persayaratan yang diterapkan,” tuturnya.

Sementara di bidang investasi, Dubes Joseph bercerita bahwa salah satu perusahaan AS, Forever Oceans Corporations (FOC) telah mempunyai kerja sama dengan Pemda Sulawesi Utara untuk mengembangkan budidaya lepas pantai. Adapun komoditas yang dibudidayakan yaitu ikan Amberjack untuk diekspor ke AS.

Tak hanya itu, Dubes Joseph juga memiliki permintaan menarik yang diungkapkan dalam pertemuan tersebut. Permintaan ini terkait kapal perang AS, USS Houston yang tenggelam di perairan Banten. Menurutnya, kapal tersebut merupakan makam bagi 600 pelaut AS sehingga memiliki arti penting bagi sejarah AS.

“Jika berkenan, kami berharap KKP dapat menetapkan kawasan tenggelamnya kapal USS Houston sebagai Kawasan Konservasi Maritim. Ini memiliki makna besar bagi kami," ungkapnya.

"Jika diperkenankan, kami siap membantu pengelolaan kawasan konservasi maritim tersebut dan memberikan pelatihan (capacity building) bagi pengelola serta memberikan bantuan sosial bagi warga sekitar kawasan,” pungkas Donovan. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA