"Pak Jokowi hanya membantah pernyataan dari Ustaz Djalil (Sofyan Djalil)," ujar Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (23/8).
Artinya, lanjut HNW sapaan akrab politisi senior ini, rencana pemindahan ibukota tetap lanjut. Hidayat berharap, agar kajiannya juga disampaikan ke Parlemen.
Sofyan Djalil sebelumnya membuka bocoran ibukota akan pindah dari DKI Jakarta ke Kalimatan Timur. Tapi oleh Jokowi dibantah. Yang baru ditetapkan kata Kepala Negara adalah di Pulau Kalimantan, soal di provinsi mana di Kalimantan, belum diputuskan. Masih ada beberapa kajian.
Bagi HNW, ungkapan Jokowi cukup berasalan. Pasalnya, kemarin jagad dunia maya juga dihebohkan dengan kabar terjadinya gempa bumi di Kalimantan Timur. Info dari Pusat Seismologi Eropa-Mediterania (EMSC).
"Mungkin kajian itu juga karena kemarin terjadi gempa juga di Kaltim, katanya di kaltin itu sangat tidak ada gempa," tukasnya.
Hari ini, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan informasi gempa magnitudo 4,8 di Kaltim adalah kabar bohong. Episenter gempa bukan di Kalimantan tapi di Sulawesi.
BERITA TERKAIT: