Direktur Direktorat Relawan BPN Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan mengatakan, jika dibandingkan dengan debat pertama, kualitas debat kedua cenderung lebih baik. Namun, tetap saja KPU harus melakukan perbaikan. Sebab pihaknya mencatat ada beberapa kekurangan.
Catatan itu akan disampaikan BPN dalam rapat koordinasi bersama KPU dan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf kali ini.
"Ada beberapa hal yang kami ingin sampaikan pada kesempatan nanti," kata Ferry Mursyidan saat ditemui di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/2).
Adapun catatan itu salah satu diantaranya adalah mengenai mekanisme pengundian pertanyaan dengan menggunakan fish bowl.
"Menurut saya juga sesuatu yang harusnya satu kotak untuk satu topik atau ada 4 topik yang dibagi, tapi diambil satu kotak. Kemarin kan ada pengambilan yang berasal dari dua tempat berbeda. Itu bukan undian lagi namanya. Filosofi undian itu kan enggak keluar. Itu yang nanti kita minta klarifikasi," ujarnya.
Catatan kedua, yakni mengenai moderator acara debat yang memberikan peringatan dua detik sebelum peserta memberikan jawaban. Padahal sedari awal pihaknya sudah mewanti-wanti kalau peringatan mengenai waktu harus diberi tahu lima detik sebelum waktu habis.
"Dua detik sebelum ini baru peringatan verbal. Itu jadi tidak terkesan ada pemotongan pembicaraan. Karena kan sebetulnya pemotongan pembicaraan itu membuat orang berhenti," sebut Ferry Mursyidan.
Moderator pun kata dia juga harus menjadikan debat berjalan dengan menarik. Salah satu caranya yakni dengan mendalami jawaban yang sudah diberikan oleh peserta.
"Seharusnya moderator bisa menggali mengeksplorasi ketika paslon yang berdebat itu tidak munculkan pikiran atau visi atau misinya," imbuhnya.
Adapun catatan ketiga, tambah Ferry Mursyidan, yakni mengenai ditegakkannya tata tertib debat oleh KPU. Diantaranya peserta tak boleh menyerang pribadi lawan.
[rus]