Begitu pandangan Direktur New Media Watch, Agus Sudibyo dalam diskusi media bertema "
Indonesia Barokah Karya Jurnalistik atau Media Opini" di Hotel Peninsula, Jakarta, Rabu (30/1).
"Kita bisa lihat Prabowo maupun Jokowi sampai saat ini belum ada yang elektabilitasnya sampai 50 persen plus 1. Jadi harus merebut pemilih galau," kata Agus.
Dari hasil survei, tambah Agus, rata-rata pemilih yang belum menentukan pilihanya yakni generasi milenial yang jumlahnya sekitar 80 juta orang.
Menurutnya, salah metode orang di balik tabloid itu jika ingin mempengaruhi swing voters yang didominasi oleh generasi milenial lewat media print.
"Ini kembali pada media print (media cetak) ketika mestinya yang diintensifkan kampanye melalui new media (sosial media)," ujar Agus.
Anomali lain, yakni disebarkan ke masjid-masjid, pondok pesantren ataupun majelis taklim. Menurut Agus, hal ini tidak tepat lantaran dalam survei segmen pemilih berbasis mejelis taklim sangat sulit diubah.
"Ini merupakan pemilih loyal. Sulit diubah dengan tabloid seperti ini. Kenapa justru kampanyenya masuk ke dalam kelompok yang pilihan politiknya spesifik dan sulit diubah. Harusnya bukan pemilih loyal itu, tapi pemilih galau," pungkas.
[rus]