"Pemerintah pasti akan mengantisipasinya. Karena jika besar, akan merugikannya," kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komaruddin kepada
Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu (Selasa, 1/1).
Menurut Ujang, tak bisa dipungkiri, gerakan
#2019GantiPresiden masih memiliki kekuatan dengan dibuktikan aksi Reuni Akbar Mujahid 212, awal Desember lalu, yang sukses mengumpulkan jutaan orang di pusat ibukota.
"
Yes,itu dampak dari gerakan 2919 Ganti Presiden," ujarnya.
Meski gerakan inisiasi politisi PKS, Mardani Ali Sera itu berpotensi digaungkan lagi tapi akan cepat direndam kubu petahana.
"Tak akan diberi peluang oleh
incumbent," tandasnya.
[wid]