Reuni 212 Manfaatkan Ruang Publik Untuk Kepentingan Politik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 30 November 2018, 02:10 WIB
Reuni 212 Manfaatkan Ruang Publik Untuk Kepentingan Politik
Aksi 212/Net
rmol news logo Masyarakat diimbau tidak menghadiri Reuni Akbar Mujahid 212 di Silang Monas, Minggu (2/12) mendatang.

Ketua Umum DPP Garda NKRI, Haris Pertama mengatakan, lebih baik Reuni 212 digelar dengan kegiatan positif seperti menyantuni anak yatim piatu atau mengadakan kegiatan kajian di masjid-masjid.

"Reuni 212 tahun ini juga berdekatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Oleh sebab itu, Garda NKRI mengimbau agar peserta reuni datang ke Masjid Istiqlal untuk menghadiri Maulid Nabi. Karena ini lebih bermanfaat," ujar Haris Pertama di Jakarta, Kamis (29/11).

Haris juga berharap, kegiatan Reuni 212 tidak disusupi agenda dan muatan politik mendukung calon presiden dan wakil presiden tertentu.

Publik, kata Haris, melihat Reuni 212 merupakan gerakan politik mendukung salah satu pasangan calon dan sudah menjadi kepentingan elektoral di pemilu karena berdekatan dengan Pilpres 2019.

"Hal ini jelas memanfaatkan ruang publik untuk kepentingan politik dalam momentum pemilu 2019. Jadi sekarang susah untuk kita menilai ini sosial murni atau tidak," ujarnya.

Kalau pun nantinya hadir dalam Reuni 212, masyarakat diimbau tidak membawa atribut partai politik atau capres-cawapres tertentu.

"Masyarakat yang mengikuti acara Reuni Akbar 212 juga menjaga ketertiban umum dan norma yang berlaku. Dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," pungkasnya. [ian]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA