Poros Ketiga Bisa Gagalkan Prabowo-AHY

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Selasa, 07 Agustus 2018, 19:19 WIB
Poros Ketiga Bisa Gagalkan Prabowo-AHY
Foto/Net
rmol news logo Partai politik yang selama ini mengkampanyekan gerakan #2019GantiPresiden tidak mudah memenangkan Pilpres. Besar kemungkinan malah bakal gigit jari. Dinamika berubah jika muncul poros ketiga di luar Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

"Poros ketiga, jika ada, tidak menguntungkan untuk membantu gerakan ganti presiden karena akan mengambil suara dari Prabowo Subianto," kata Direktur Riset Roda Tiga Konsultan, Rikola Fedri, dalam diskusi "#2019GantiPresiden: Ke Arah Siapa?" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/8).

Gerakan #GantiPresiden dikampanyekan untuk menghimpun suara pemilih oposisi. Gerakan ini dinisiasi dan kerap didengungkan pengurus PKS dan Gerindra, dua parpol yang hampir bisa dipastikan mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Pilpres mendatang. Belakangan menguat kabar dua nama cawapres Prabowo yang akan diputuskan yakni Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Rikola mengatakan hasil survei lembaganya memotret jika hanya diramaikan Jokowi dan Prabowo, Pilpres 2019 akan dimenangkan Jokowi. Tingkat keterpilihan atau elektabilitas Jokowi 51,6% unggul dari Prabowo yang hanya 30,8%.

Berbeda ketika Pilpres diikuti lebih dari dua capres. Dalam survei yang dilakukan pada 23 Juli-1 Agustus 2018 dengan melibatkan 1.060 responden yang tersebar di 34 provinsi itu, kata Rikola, elektabilitas petahana tidak unggul telak.

"Elektabilitas Jokowi di bawah 50%. Hasil survei ini cenderung berlawanan dengan sejumlah survei yang telah dirilis sebelumnya, yang menunjukkan kalau elektabilitas Jokowi terus turun hingga angka 30%-an, bukan stagnan," demikian Rikola.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA