"Saya termasuk yang merekomendasikan nama Mahfud MD sebagai cawapres Pak Jokowi," ujar pengamat hukum tata negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Oce Madril, Minggu (5/8).
Pemerintahan Presiden Jokowi sejak menjabat hingga sekarang ini, dinilai pengajar hukum administrasi negara Fakultas Hukum UGM ini, cukup lemah dalam sisi penegakan hukum. Karenanya, sosok pendamping yang dibutuhkan adalah figur yang mampu menutupi kelemahan tersebut.
Komitmen antikorupsi Mahfud MD juga tak diragukan. Track reecord-nya sangat bersih dari mulai menjadi Menteri Pertahanan era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Anggota DPR hingga Ketua MK.
Bahkan, Mahfud sangat sering memberi back up kepada isu-isu antikorupsi. Saat menjadi Ketua MK, banyak persidangan-persidangan yang menunjukkan keberpihakan kepada antikorupsi.
Misalnya yang paling fenomenal adalah MK membuka rekaman yang menggemparkan pada kasus Cicak vs Buaya.
"Saya belum menemui catatan kasus dan catatan integritas beliau terkait korupsi. Komitmen anti korupsinya tak patut diragukan. Saya tak punya kata-kata lagi untuk menilai beliau soal komitmen ini," kata peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) ini.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dikabarkan telah menyodorkan empat nama bakal cawapres untuk pendamping Jokowi.
Empat nama yang disodorkan adalah, Ketua Umum (Ketum) PBNU Said Aqil Siroj, Ketum MUI Ma'ruf Amin, Ketum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketum PPP M. Romahurmuziy.
Sementara nama Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, ternyata tidak disodorkan oleh PBNU. Kabarnya, Waketum PBNU Maksum Mahfudz menyerahkan rekomendasi nama-nama ini kepada Mensesneg Pratikno, Jumat (3/8). Sehari berikutnya, Sabtu (4/8), puluhan Kiai mendatangi PBNU mendesak Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj untuk mendesak Cak Imin menjadi cawapres Jokowi.
Dibandingkan dengan nama-nama tersebut, Oce menilai, Mahfud paling lengkap dan bisa menutupi kelemahan penegakan hukum Jokowi. Tidak pernah dapat catatan merah dari KPK seperti Ketua Umum PKB Cak Imin.
"Kalau dibandingkan dengan nama-nama yang lain itu, saya kira beliau jauh di atas lebih baik untuk menutupi kekurangan Pak Jokowi tadi. Terutama soal catatan integritas antikorupsi. Maka wajar saja, tokoh-tokoh, akademisi selalu menempatkan nama Mahfud MD dalam rekoemendasi mereka, juga lembaga survei-survei yang kredibel," pungkas Oce.
[dem]
BERITA TERKAIT: