Hari ini dia mendampingi keluarga korban trafficking di China ke Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI), Kementerian Luar Negeri.
Bermodus mengajak menjadi Sales Promotion Girl (SPG) di Jakarta, 5 dari 16 gadis muda asal Purwakarta malah diterbangkan ke China untuk menikah kontrak dengan pria Tirai Bambu.
"Dari Polda Jabar ke Kemenlu dan kemudian tadi ada langkah-langkah yang harus segera dibuat misalnya nanti KBRI berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk memastikan bagaimana posisi keadaan dari WNI tersebut," ungkap Dedy di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (30/7).
Lima diantara korban merupakan warga Purwakarta, sisanya antara lain berasal dari Bandung, Bekasi dan daerah lainnya.
"Ini adalah modus dari proses trafficking gaya baru. Kebanyakan terjadi di Kalimantan dan sekarang sudah memasuki Jawa barat, dan pelakunya warga negara asing," tutur Dedi yang juga ketua DPD Golkar Jawa Barat.
Kedatangan Dedy ke Kemenlu merupakan tindak lanjut upaya membela korban dimana agen yang merupakan pelaku dari kasus ini sudah ditangani di Polda Jabar.
"Jadi WNA China menikahi mereka. Mereka (pria Tiongkok) sudah membayarnya pada agen sebesar 400 juta dan agen itu sudah di tahan di Polda Jabar," tuturnya.
"Kemudian kita ke Kemenlu itu untuk mendorong percepatan advokasi agar kita bisa menembus ke kepolisian di China melalui pendekatan jalur ini yang keinginan kita adalah dikembalikan ke Indonesia," lanjutnya.
Hingga kini pihaknya masih menunggu perkembangan dari Kemenlu.
"Kalau memang diperlukan harus ke sana, ya kita harus berangkat ke sana," tandasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: