Pertama pemerintahan yang dipimpinnya akan menangkap100 orang paling brengsek di Indonesia dan dikirim ke satu pulau di Selatan Kalimantan yang banyak nyamuk malaria.
Ia memaparkan dahulu, penjajah Belanda menangkap dan mengirim Presiden pertama RI Soekarno ke Bengkulu.
Ekspektasinya, Soekarno akan mengalami nasib tragis seperti anak dan istri Gubernur Raffles, meninggal karena terkena wabah malaria di Bengkulu.
"Tapi dasar Soekarno beruntung, bukan kena sakit malaria, malah dapat (istri) Fatmawati," tutur Rizal diikuti gelak tawa peserta diskusi bertajuk "Debat-Tak Debat: Utang Besar Untuk Siapa?" di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (3/7).
Kebijakan mengirim ke pulau di selatan kalimantan dinilainya lebih baik, agar orang-orang tersebut biasa hidup bermasyarakat.
Mantan Menko Maritim itu, tidak ingin mengikuti gaya Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Khususnya, dalam menindak orang-orang brengsek di negaranya dengan hukuman mati.
(Tindakan Duterte) Itu melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Tapi kalau nanti yang kami kirim ke pulau malaria bermasalah, dipanggil yang maha kuasa. Maka, yang melanggar HAM bukan Rizal Ramli. Melainkan, nyamuk malaria," pungkasnya.
[nes]