Dia tidak menginginkan peristiwa yang menewaskan lima anggota Polri itu dijadikan isu politik. Penjelasan dari para pejabat berwenang sebaiknya sudah dianggap cukup oleh publik.
"Ini adalah tahun politik, saya mau mengimbau kepada anak bangsa bahwa sudah ada penjelasan resmi dari Menko Polhukam dan Wakapolri. Mari kita pahami ini semua dan anggap ini suatu pelajaran bagi kita," ujar Idrus Marham, di rumah duka almarhum Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, salah satu anggota Polri korban kerusuhan di Mako Brimob. Kamis (10/5).
Ia juga menegaskan bahwa kasus ini tak sepatutnya diolah lebih jauh untuk kepentingan politik.
"Yang paling penting, jangan peristiwa ini diolah-olah lagi, digoreng-goreng lagi. Ini demi kemaslahatan nasional kita," imbuhnya.
Ia khawatir terjadi perpecahan di antara masyarakat bila kasus penyanderaan di Mako Brimob dipolitisasi.
"Kalau 'digoreng-goreng' lagi, bisa saja memperparah rasa kehormonisan sosial di antara kita, kesetiakawanan sosial kita, bahkan memicu permasalahan baru," tambahnya.
[ald]