"Pertama, Rizal Ramli adalah sosok ekonom yang sudah berpengalaman di pemerintahan sehingga akan memudahkan melakukan pembenahan ekonomi menuju pada pertumbuhan ekonomi tinggi untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," kata Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya'roni kepada redaksi, Selasa (8/5).
Kedua, kata dia, Rizal Ramli pantas jadi cawapres Prabowo karena memiliki garis ideologi yang mirip dengan Partai Gerindra. Yakni sama-sama kritis terhadap kebijakan pemerintah terutama soal hutang dan impor pangan.
Kemudian, Rizal Ramli sudah bertemu dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Pemenangan Gerindra Sandiaga Uno. Pertemuan berjalan dengan penuh keakraban dan kesepahaman dalam membangun Indonesia ke depan.
Keempat, Rizal Ramli bisa menjadi tokoh perekat diantara parpol-parpol pengusung. Sebagaimana diketahui saat ini terjadi persaingan antara PKS dan PAN dalam memperebutkan kursi cawapres Prabowo. Agar tidak terjadi perpecahan, maka tidak ada salahnya mempercayakan kursi cawapres kepada tokoh non parpol.
"Ini juga yang dilakukan oleh SBY ketika memilih Boediono dan Jokowi ketika memilih Jusuf Kalla sebagai cawapresnya," kata Sya'roni.
Kelima, Rizal Ramli sudah menyatakan diri maju sebagai capres. Artinya Rizal sudah mempersiapkan diri bertarung dalam kompetisi Pilpres. Jadi nanti saat kampanye Pilpres, Rizal Ramli tidak hanya "nebeng" pada Prabowo tetapi akan berkontribusi secara all-out dalam meraih suara rakyat.
"Dan saat menjadi wapres pun, Rizal Ramli tidak sekedar menjadi ban serep karena sudah mempersiapkan program-program ekonomi kerakyatan," tukas Sya'roni.
[dem]